Vacation and Surfing at Plengkung Beach

Gelombang datang bergulir tinggi dalam setengah mil, bergerak dan membentang ke bibir pantai. Beberapa peselancar tampak begitu menikmati terjangan ombak yang datang dan pergi. Meluncur riak ombak menghantar peselancar menikmati pantai biru dari Plengkung.
Karakteristik yang paling terkenal ke pantai ini adalah gelombang yang dapat terjadi sampai tujuh kali dalam interval waktu yang singkat. Para peselancar dari berbagai negara, yang disebut pantai ini sebagai G-Land, The Seven Gelombang Raksasa tahu. Ombak di pantai Plengkung adalah salah satu dari sepuluh gelombang terbesar di dunia, menjadikan pantai ini salah satu favorit pantai di Indonesia bagi wisatawan tujuan dari negara lain. Jangan heran jika pantai Plengkung sudah mengatur untuk empat kali event surfing internasional.
Plengkung gelombang dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu kong, speedis, dan banyak lagu. Masing-masing gelombang ini mengambil di daerah yang berbeda. Jenis pertama dari gelombang yang kong, gelombang ini mencapai ketinggian 6-8 meter dan paling dicari oleh gelombang peselancar internasional. Tingkat kedua dikenal sebagai speedis dan memiliki antara 5-6 meter tingginya, gelombang tipe merupakan konsumsi surfer profesional. Kemudian, tingkat terakhir yang diketahui karena banyak trek. Gelombang tinggi di banyak trek sekitar 3-4 meter.
Selain peselancar profesional, pantai juga merupakan pilihan bagi peselancar pemula. Mereka bisa mencoba banyak lagu daerah di Batu Lawang. Lokasinya tidak jauh dari Plengkung. Ketika dicapai dengan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Sehingga wisatawan sering menyebut gelombang di daerah sebagai t 20-20.
Setiap tahun tidak kurang dari 400-600 wisatawan asing datang untuk berselancar di pantai berpasir putih ini. Di tempat ini mereka bisa tinggal selama seminggu, bahkan berbulan-bulan di resor dekat hutan.
Akses ke pantai ini cukup sulit, karena itu terletak tepat di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Jawa Timur. Itu adalah 87 km sebelah utara dari kota Banyuwangi. Pantai Plengkung bisa dicapai dengan tanah dari kota Banyuwangi, atau laut dari pulau Bali. Perjalanan memakan waktu 2-3 jam dari kota Banyuwangi untuk mencapai gerbang pertama TNAP yang berada di Kecamatan Tegaldlimo.
Selama perjalanan dari gerbang pertama ke pos di wilayah Rawabendo TNAP, di kedua sisi jalan terlihat hutan rimbun pohon jati. Namun, setelah tiba di posting berikutnya, yakni Pancur, area vegetasi hutan hujan tropis yang dapat memberi warna Plengkung perjalanan ke pantai.
Untuk menyeberangi hutan, pengunjung harus menggunakan mobil yang memiliki empat-wheel drive (4WD) milik TNAP. Mobil siap untuk membawa wisatawan melalui jalur yang belum beraspal, berlumpur dan berbatu dari Pancur menuju pintu masuk Plengkung Coast. Biayanya Rp 130.000 per mobil, perjalanan bolak-balik dengan kejutan penuh jalan bergelombang sepanjang 15 kilometer. Sesampainya di gerbang Plengkung Coast, melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 200 meter ke pantai. Pada titik penghentian para pengunjung disambut dengan kayu lokasi resor penanda papan, seperti kamp Bobby atau kamp Joyo.
Tips Perjalanan
  • Waktu terbaik untuk pergi ke pantai adalah di bulan Maret – Oktober, waktu terbaik untuk ketinggian gelombang.
  • Waspadalah terhadap karang sementara Anda surfing.
  • Siapkan fisik sebelum anda bepergian ke pantai ini, karena jalan yang anda ambil cukup melelahkan.
  • Jika anda tidak memiliki budget lebih untuk tinggal di resor, Anda bisa menginap di Wisma Alas Purwo Taman Nasional dengan harga yang relatif lebih murah.
  • Mempersiapkan lotion anti nyamuk, karena selama tur pantai, lokasi Anda selalu berdekatan dengan kawasan hutan.
  • Jika anda berada diluar Jawa Timur dan berkenan berlibur atau surfing di pantai Plengkung,  anda dapat menghubungi kami untuk sewa mobil sesuai kebutuhan dengan driver dan guide profesional yang sudah benar mengenal medan.
Scroll to Top